Selamat datang Dalam Blog baru Saya yang ke-2 kalinya. Karena Blog saya yang satu Lupa Paswordnya. Maka Saya Pakai Blog baru Blog ini pertama saya buat untuk Tugas kuliah Selain Tugas Kuliah Pasti Akan Ada Sesuatu yang akan saya postingkan. Happy and enjoy with my blog.
Hai para sobat. Ini saya luncurkan lagi sekilas pandang tentang NIP. apakah para pembaca sudah tahu apa itu NIP? NIP adalah singkatan dari Nomer Induk/Identitas Pegawai. Nah kalau anda adalah seorang pegawai negeri sipil atau saudara anda ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil /PNS paling tidak anda mengetahui identitas dari NIP yang ada. Sebagai contoh ada teman saya yang memberikan reverensi NIP karena kini dia telah menjadi CPNS. yaitu Abdul wahab admin dari Guru Pantura. Baru tahun 2012 pada bulan 11 kemarin dia telah sah menjadi pegawai di Kab. Bogor. Ok kita bahas tentang NIP saudara Wahab ini. NIP nya. 199005312012111001 Baik kita bahas satu persatu dari angka warna merah. 19900531 ini adalah tanggal lahir yang punya NIP.
Biasanya urut-urutanyan tahun kelahiran/bulan kelahiran/tanggal kelahiran Untuk no dengan warna kuning 201211 ini adalah tahun dia diangkat. seperti tahun di samping, dia diangkat pada bulan November tahun 2012. Formatnya adalah tahun pengangkatan pegawai,bulan pengangkatan. Untuk angka warna hijau itu adalah jenis kelamin. Jika laki-laki biasanya dituliskan angka 1, dan perempuan biasanya angka 2 Untuk angka Biru yang dituliskan angka 001 ini adalah nama yang sama saat pengangkatan di daerah tersebut. Kita melihat dari jumlah nama yang sama di tahun dan bulan pengangkatan. Jika namanya ada 1 biasanya 001, jika ada nama yang hampir serupa biasanya di urutkan sesuai dengan Alfabet. Demikian sekilas pandang NIP teman saya. Terima kasih :D
Hai pembaca-pembaca sekalian. hehehe baru nulis lagi nich... Lama modem ane gap punya pulsa, dan Alhamdulilah udah berwiyata tetapi ber PNS heheheh. bingung tha. saya juga bingung. Nah sekarang saya akan membahas tentang Aljabar.
Aljabar adalah salah satu bab di SMP pada kelas awal. Semua siswa SMP Pasti mengeluh tentang sulitnya aljabar. Padahal algabar itu sulit. tergantung kita yang merasakan. Nah ini adalah contoh soal yang saya sadur saat saya mengajarkan Algabar pada siswa SMP anak didik les saya.
Jika ada soal :
2a = a + a ( "a" nya sama aja "ayam+ayam" jadi "2 ayam)
3c = c + c+ c ("cecak+ cecak+ cecak" jadi "3cecak")
2a+3c= (kalo ini gak bbisa di tambah, soalnya beda ayam+cecak beda spesies. hehehe)
2a+3c-a+c= a +4a. (awalnya disamakan dulu spesiesnya "ayam dengan ayam Cecak dengan cecak) 2a-a+3c+c=a+4c (2 ayam di kurang satu ayam+ 3 cecak tambah 1 cecak. jadi satu ayam tambah 4 cecak. jika satu hanya tulis hurufnya saja)
Pengurangan (-) ini sangat mudah kok. kalo tadi di tambah sekarang di kurang, contoh :
2a-a= a (2 ayam-1ayam= satu ayam/ hanya "a"
2b-5b= -3b (2 bebek kurang 5 bebek jadi hutang 3 bebek)
3a-b-5a+4b= (jadikan satu dulu) 3a-5a-b+4b(jika dibaca 3 ayam hutang 5 ayam. berarti msh hutang 2 ayam/-2, terus hutang satu bebek dibayar 4 bebek jadi 3bebe)=-2a+3b
Selamat datang para pembaca sekalian. kini ane berbagi tentang Pembelajaran CTL. Ya ini yang saya dapatkan dalam kuliah. Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Metodhe CTL adalah Pembelajaran kontekstual adalah terjemahan dari istilah Contextual
Teaching Learning (CTL). Kata contextual berasal dari kata contex
yang berarti “hubungan, konteks, suasana, atau keadaan”. Dengan demikian contextual
diartikan ”yang berhubungan dengan suasana (konteks). Sehingga Contextual
Teaching Learning (CTL) dapat diartikan sebagi suatu pembelajaran yang
berhubungan dengan suasana tertentu.
Pembelajaran
kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang
menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari
terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang
terjadi disekelilingnya.
Pengajaran
kontekstual sendiri pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat
yang diawali dengan dibentuknya Washington State Consortum for Contextual
oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001
sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan,
menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara
kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah
dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang
sudah diberikan pembekalan sebelumnya.
Penyelenggaraan
program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga
hasilnya direkomendasikan untuk segera disebarluaskan
pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari program ini
memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan
siswa untuk belajar, dan meningkatkan partisipasi aktif siswa secara
keseluruhan.
Pembelajaran
kontekstual melibatkan tujuh komponen utama dari pembelajaran produktif
yaitu : konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning),
menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community),
pemodelan (Modelling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang
sebenarnya (Authentic Assessment) (Depdiknas, 2003:5).
1. Konstruktivisme (Constructivism)
Setiap
individu dapat membuat struktur kognitif atau
mental berdasarkan pengalaman mereka maka setiap individu dapat membentuk
konsep atau ide baru, ini dikatakan sebagai konstruktivisme (Ateec, 2000).
Fungsi guru disini membantu membentuk konsep tersebut melalui metode penemuan (self-discovery),
inquiri dan lain sebagainya, siswa berpartisipasi secara aktif dalam membentuk
ide baru.
Menurut
Piaget pendekatan konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti, yaitu:
1.Mengandung pengalaman nyata (Experience);
2.Adanya interaksi sosial (Social
interaction);
3.Terbentuknya kepekaan terhadap
lingkungan (Sense making);
4.Lebih memperhatikan pengetahuan awal
(Prior Knowledge).
Konstruktivisme
merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual, yaitu bahwa
pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas
melalui konteks yang terbatas.
2. Bertanya (Questioning)
Bertanya
merupakan strategi utama dalam pembelajaran
kontekstual. Kegiatan bertanya digunakan oleh guru untuk mendorong, membimbing
dan menilai kemampuan berpikir siswa sedangkan bagi siswa kegiatan bertanya
merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiry.
Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna
untuk :
1)Menggali informasi, baik
administratif maupun akademis;
2)Mengecek pengetahuan awal siswa dan
pemahaman siswa;
3)Membangkitkan respon kepada siswa;
4)Mengetahui sejauh mana keingintahuan
siswa;
5)Memfokuskan perhatian siswa pada
sesuatu yang dikehendaki guru;
6)Membangkitkan lebih banyak lagi
pertanyaan dari siswa;
7)Menyegarkan kembali pengetahuan
siswa.
3. Menemukan (Inquiry)
Menemukan
merupakan bagian inti dari pembelajaran berbasis
CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan hasil mengingat
seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri (Depdiknas, 2003).
Menemukan atau inkuiri dapat diartikan juga sebagai proses pembelajaran
didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara
sistematis. Secara umum proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa
langkah, yaitu :
1)Merumuskan masalah ;
2)Mengajukan hipotesis;
3)Mengumpulkan data;
4)Menguji hipotesis berdasarkan data
yang ditemukan;
5)Membuat kesimpulan.
Melalui
proses berpikir yang sistematis, diharapkan siswa memiliki sikap
ilmiah, rasional, dan logis untuk pembentukan kreativitas siswa.
4. Masyarakat belajar (Learning
Community)
Konsep
Learning Community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari
kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar itu diperoleh dari sharing
antarsiswa, antarkelompok, dan antar yang sudah tahu dengan yang belum tahu
tentang suatu materi. Setiap elemen masyarakat dapat juga berperan disini
dengan berbagi pengalaman (Depdiknas, 2003).
5. Pemodelan (Modeling)
Pemodelan
dalam pembelajaran kontekstual merupakan sebuah keterampilan atau pengetahuan
tertentu dan menggunakan model yang bisa ditiru. Model itu bisa berupa cara
mengoperasikan sesuatu atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuatu. Dalam
arti guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar”. Dalam
pembelajaran kontekstual, guru bukanlah satu-satunya model. Model dapat
dirancang dengan melibatkan siswa.
Menurut
Bandura dan Walters, tingkah laku siswa baru dikuasai atau dipelajari mula-mula
dengan mengamati dan meniru suatu model. Model yang dapat diamati atau ditiru
siswa digolongkan menjadi :
1)Kehidupan yang nyata (real life),
misalnya orang tua, guru, atau orang lain.;
2)Simbolik (symbolic), model
yang dipresentasikan secara lisan, tertulis atau dalam bentuk gambar ;
3)Representasi (representation),
model yang dipresentasikan dengan menggunakan alat-alat audiovisual, misalnya
televisi dan radio.
6. Refleksi (Reflection)
Refleksi
merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir
kebelakang tentang apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Siswa mengendapkan
apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. Struktur
pengetahun yang baru ini merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan
sebelumnya. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau
pengetahun yang baru diterima (Depdiknas, 2003).
Pada
kegiatan pembelajaran, refleksi dilakukan oleh seorang guru pada akhir
pembelajaran. Guru menyisakan waktu sejenak agar siswa dapat melakukan refleksi
yang realisasinya dapat berupa :
1)Pernyataan langsung tentang apa-apa
yang diperoleh pada pembelajaran yang baru saja dilakukan.;
2)Catatan atau jurnal di buku siswa;
3)Kesan dan saran mengenai
pembelajaran yang telah dilakukan.
7. Penilaian yang sebenarnya (Authentic
Assessment)
Penilaian
autentik merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan
gambaran perkembangan belajar siswa agar guru dapat memastikan apakah siswa
telah mengalami proses belajar yang benar. Penilaian autentik menekankan pada
proses pembelajaran sehingga data yang dikumpulkan harus diperoleh dari
kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.
Karakteristik
authentic assessment menurut Depdiknas (2003) di antaranya: dilaksanakan
selama dan sesudah proses belajar berlangsung, bisa digunakan untuk formatif
maupun sumatif, yang diukur keterampilan dan sikap dalam belajar bukan
mengingat fakta, berkesinambungan, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai feedback.
Authentic assessment biasanya berupa kegiatan yang dilaporkan, PR, kuis,
karya siswa, prestasi atau penampilan siswa, demonstrasi, laporan, jurnal,
hasil tes tulis dan karya tulis.
Kelemahan dan
kelebihan
A.Kelemahan
1.Harus
Dilakukan secara runtut
2.Waktu
Yang digunakan Relatif lebih panjang
3.Guru
Dituntun harus menguasai setiap element
4.Pada
awal pengembangan pembelajaran ini, guru harus bisa mengarahkan siswa untuk
aktif dalam setiap pembelajaran.
B.Kelebihan
1.Pemilihan
informasi kebutuhan individu siswa
2.Cenderung
mengintegrasikan beberapa bidang (disiplin)
3.Selalu
mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimilikai siswa
4.Menerapkan
penelitian autentik melalui penerapan praktis dan pemecahan masalah
Terima kasih telah melihat dan
membaca setia Blog sayayang tak mewah
tapi banyak harta tersimpan. Dan mungkin menjadikan Sdr/Sdri Sekalian
bermanfaat dan dapat di tularkan. Dan jika ingin mencari sumber referensi kami
bisa dipakai. Terima kasih sebelumnya. Nah kali ini saya akan membahas tentang
Pembelajaran yang tidak Menyenagkan.
Dalam
buku “Genius Learning Strategy” Andi Wira Gunawan menegaskan bahwa
sesungguhnya tidak ada mata pelajaran yang membosankan, yang ada adalah guru
yang membosankan, suasana belajar yang membosankan. Hal ini terjadi karena
proses belajar berlangsung secara monoton dan merupakan proses perulangan dari
itu ke itu juga tiada variasi. Proses belajar hanya merupakan proses penyampaian
informasi satu arah, siswa terkesan pasif menerima materi pelajaran.
Pembelajaran
Aktif
Pembelajaran
aktif adalah pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa untuk mengalami
sendiri, untuk berlatih, untuk berkegiatan sehingga baik dengan daya pikir, emosional
dan keterampilannya mereka belajar dan berlatih. Pendidik adalah fasilitator,
perancang suasana kelas demokratis, kedudukan pendidik adalah pembimbing dan
pemberi arah, peserta didik merupakan obyek sekaligus subyek dan mereka
bersama-sama saling mengisi kegiatan, belajar aktif dan kreatif. Disini
dibutuhkan partisipasi aktif di kelas, bekerja keras dan mampu menghargainya,
suasana demokratis, saling menghargai dengan kedudukan yang sama antar teman,
serta kemandirian akademis.
Dr.
Vernon A. Magnesen (1983) menegaskan bahwa persentase keberhasilan kita
menyerap informasi dan menyimpannya dalam memori ketika belajar adalah :
10 % dari apa yang kita
baca
20 % dari apa yang kita dengar
30 % dari apa yang kita
lihat
50 % dari apa yang kita lihat
dan dengar
70 % dari apa yang kita
katakan
90 % dari apa yang kita katakan
dan kerjakan.
PAKEM
PAKEM
adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam
proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa
sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan
gagasan. Belajar merupakan proses aktif dari si pembelajar (siswa)
dalam membangun pengetahuannya.
Kreatifdimaksudkan bahwa dalam proses
pembelajaran guru harus mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam
serta mampu membuat alat bantu/media belajar sederhana yang dapat
memudahkan pemahaman siswa. Kegiatan pembelajaran tidak musti dilakukan di
dalam kelas secara klasikal. Disamping itu siswa aktif pula bertanya, berdiskusi,
mengemukan pendapat, merancang , membuat sesuatu, melalukan demonstrasi,
membuat laporan, membuat refleksi, mempresentasikan pengetahuannya.
Efektifdimaksudkan selama proses
pembelajaran berlangsung, terwujudnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Siswa
menguasai kompetensi dan ketrampilan yang ditargetkan kurikulum.
Menyenangkanadalah suasana belajar mengajar
yang menyenangkan dan nyaman. Siswa selaku subjek belajar tidak takut
dimarahi jika ia salah, tidak takut ditertawakan jika ia keliru, tidak
dianggap sepele, berani mencoba karena tidak takut salah.
Ciri Yang Menonjol pada PAKEM
·Pertama, adanya sumber belajar yang beraneka
ragam, dan tidak lagi mengandalkan buku sebagai satu-satunya sumber
belajar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memperkaya pengalaman
belajar peserta didik.
·Kedua, sumber belajar yang beraneka ragam
tersebut kemudian didesain skenario pembelajarannya dengan berbagai
kegiatan.
·Ketiga, hasil kegiatan belajar mengajar
kemudian dipajang di tembok kelas, papan tulis, dan bahkan ditambah dengan
tali rapiah di sana-sini. Pajangan tersebut merupakan hasil diskusi
atau hasil karya siswa.pajangan hasil karya siswa menjadi satu ciri fisikal
yang dapat kita amati dalam proses pembelajaran.
·Keempat, kegiatan belajar mengajar bervariasi
secara aktif, yang biasanya didominasi oleh kegiatan individual dalam
beberapa menit, kegiatan berpasangan, dan kegiatan kelompok kecil antara empat
sampai lima orang, untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah disepakati bersama,
dan salah seorang di antaranya menyampaikan (presentasi) hasil
kegiatan mereka di depan kelas. Hasil kegiatan siswa itulah yang kemudian
dipajang.
·Kelima, dalam mengerjakan pelbagai tugas
tersebut, para siswa, baik secara individual maupun secara kelompok, mencoba mengembangkan
semaksimal mungkin kreativitasnya.
·Keenam, dalam melaksanakan kegiatannya
yang beraneka ragam itu, tampaklah antusiasme dan rasa senang siswa.
·Ketujuh, pada akhir proses pembelajaran, semua
siswa melakukan kegiatan dengan apa yang disebut sebagai refleksi,
yakni menyampaikan (kebanyakan secara tertulis) kesan dan harapan mereka
terhadap proses pembelajaran yang baru saja diikutinya.
Dengan penerapan pembelajaran
Pakem di dalam kelas, siswa lebih bisa mampu untuk memahami pelajaran yang
diberikan oleh guru supaya siswa lebih berani untuk berpendapat dan diajarakan
untuk tidak takut dengan pelajaran-pelajaran yang dihadapi. Pembelajaran Pakem
bertujuan untuk mengajak siswa untuk aktif di dalam kelas supaya siswa
diajarkan untuk mandiri. Dengan pembelajaran pakem guru juga dituntut untuk
lebih kreatif dalam pembelajaran.
Terima kasih sudah mengunjungi dan
menunggu postingan saya. Dalam Posting kali ini saya akan mengugkapkan
implementasi teori Gagne dalam pembelajaran yang menerapkan nya dalam kelas.
Dengan dua Versi. Versi Indonesia dan Inggrisnya. Mungkin tak sebanyak
postingan sebelumnya, tetapi semoga bermanfaat.
Dalam pembelajaran menurut Gagne
peranan guru lebih banyak membimbing
peserta didik, guru dominan sekali peranannya dalam membimbing peserta didik.
Di
dalam mengajar memberikan serentetan kegiatan dengan urutan sebagai berikut :
-Membangkitkan dan memelihara perhatian
-Merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep,
aturan dan keterampilan yang relevan sebagai prasyarat
-Menyajikan situasi atau pelajaran baru
-Memberikan bimbingan belajar
-Memberikan Feedback atau balikan
-Menilai hasil belajar.
-Mengupayakan transfer belajar
-Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan
latihan-latihan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari
Implementation
theory Robert M Gagne on learning
On learning according
Gagne teacher action more much guidance student. On Teaching give consecutively
activity with order as follow.
1.Arousing
and keep attention
2.Stimulate
student to remember again concept, rule and skill is relevant to prerequisite.
3.Present
situation or new learning
4.Give
study guidance
5.Values
result study Imam arif wirastho
6.Strive
for replacement study
7.Convince
what is studied with give exercise to apply what is already study.